Laporan Warga Menggema, Kejar-kejaran Polisi dan Terduga Pengedar Sabu Pecah di Hamparan Perak

DELI SERDANG — Ketika keresahan warga tak lagi bisa dipendam, sebuah laporan akhirnya menggerakkan langkah polisi.

Di Dusun II, Desa Lama, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (17/9/2026) sore, suasana mendadak berubah.
Seorang pria yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika mencoba melarikan diri ketika hendak diamankan polisi.
Kejar-kejaran pun pecah.

Langkah petugas berpacu dengan langkah pelarian pria tersebut. Hingga akhirnya, upaya meloloskan diri itu terhenti. Personel Satresnarkoba Polres Pelabuhan Belawan berhasil mengamankan MS (29), warga setempat.
Penangkapan itu bukan datang begitu saja.

Sebelumnya, polisi menerima informasi masyarakat mengenai dugaan transaksi narkotika jenis sabu yang disebut kerap terjadi di kawasan tersebut.
Bagi aparat, laporan itu menjadi petunjuk.

Bagi masyarakat, laporan tersebut menggambarkan kegelisahan yang lebih dalam—kekhawatiran terhadap lingkungan dan masa depan generasi muda yang sewaktu-waktu dapat bersentuhan dengan bahaya narkotika.

Menindaklanjuti informasi itu, personel Satresnarkoba Polres Pelabuhan Belawan melakukan penyelidikan sejak sekitar pukul 10.00 WIB.

Waktu terus berjalan.
Hingga sekitar pukul 15.45 WIB, petugas mendatangi lokasi yang menjadi sasaran penyelidikan di Dusun II Desa Lama.
Di lokasi, petugas melihat seorang pria berada di jalan.

Namun ketika hendak diamankan, pria tersebut tiba-tiba berlari.
Petugas mengejar.
Hingga akhirnya MS berhasil diamankan.

Penggeledahan dilakukan. Dari tangan MS, polisi menemukan satu plastik klip berisi narkotika jenis sabu dengan berat bruto 1,07 gram, satu unit telepon seluler Android merek OPPO warna hitam, serta uang tunai Rp45 ribu.

Dalam pemeriksaan awal, MS disebut mengakui bahwa barang bukti sabu tersebut merupakan miliknya.

Kepada petugas, ia juga menyebut memperoleh sabu dari seseorang berinisial IB alias Ibnu sebanyak satu gram dengan sistem setoran.

MS mengaku mendapatkan keuntungan sekitar Rp100 ribu dari setiap gram sabu yang dijualnya. Ia juga menyebut telah menjalankan aktivitas penjualan tersebut selama kurang lebih satu bulan.

Keterangan itu kini menjadi bagian dari proses penyidikan kepolisian.
Namun perkara ini bukan semata tentang angka 1,07 gram sabu yang diamankan.

Di balik barang bukti tersebut, ada kekhawatiran yang lebih besar.
Ada orang tua yang mungkin setiap malam berharap anaknya tidak salah bergaul. Ada keluarga yang takut narkotika mengetuk pintu rumah mereka. Ada pula warga yang ingin kampungnya tetap menjadi tempat aman bagi anak-anak untuk bermain dan tumbuh.

Karena itulah, informasi masyarakat menjadi sangat berarti.
Satu informasi dapat menjadi awal sebuah penyelidikan. Sebuah laporan dapat membuka jalan bagi aparat untuk menghentikan dugaan peredaran narkotika sebelum semakin meluas.

MS bersama barang bukti kemudian dibawa ke Mapolres Pelabuhan Belawan untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Polisi selanjutnya merencanakan gelar perkara awal, pembuatan laporan polisi, pemeriksaan terhadap pihak yang diamankan, serta pengiriman barang bukti ke laboratorium forensik.

Kepolisian juga masih mendalami keterangan MS terkait pihak yang disebut sebagai sumber barang.
Seluruh proses tersebut masih berjalan. Status dan keterlibatan pihak-pihak yang disebut dalam pemeriksaan harus dibuktikan melalui penyidikan serta proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Sore itu, pengejaran memang berakhir dengan sebuah penangkapan.

Tetapi bagi masyarakat, perjuangan menghadapi narkotika tidak berhenti pada satu penangkapan.

Sebab yang dipertaruhkan bukan hanya barang bukti, bukan hanya sebuah perkara, dan bukan hanya nasib seorang yang diamankan.
Yang dipertaruhkan adalah masa depan.

Masa depan anak-anak yang tumbuh di lingkungan tersebut. Masa depan keluarga yang ingin hidup tenang. Dan harapan masyarakat agar kampung mereka tidak perlahan-lahan kehilangan generasi terbaiknya akibat jerat narkotika.
Dari situlah sebuah laporan warga menjadi berarti.
Dan dari situlah pula langkah polisi bermula.

Indra

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama