Hari Kedua, Brimob Sumut Tak Biarkan Jembatan Pendidikan Besitang Terus Menjadi Jalan Penuh Kekhawatiran

LANGKAT – Di balik papan-papan jembatan yang mulai lapuk, besi yang keropos dan konstruksi yang tak lagi kokoh, ada harapan masyarakat yang setiap hari tetap harus melintas.

Bagi warga Desa Kodam Bawah Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, jembatan sepanjang sekitar 110 meter dengan lebar 1,20 meter itu bukan sekadar penghubung dua wilayah. Jembatan tersebut menjadi bagian penting dari denyut kehidupan warga, termasuk akses pendidikan dan aktivitas sehari-hari.

Memasuki hari kedua renovasi, Rabu (23/9/2026), personel Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Sumatera Utara kembali turun langsung bersama masyarakat.

Perlahan, bagian-bagian jembatan yang rusak mulai dibenahi. Papan yang sudah tidak layak dilepas, papan pengganti dipotong, besi holo yang patah dan keropos diperbaiki, pengelasan dilakukan, hingga papan baru kembali dipasang pada bagian yang membutuhkan penguatan.
Bukan pekerjaan ringan.

Di tengah kondisi jembatan yang panjang dan membutuhkan penanganan bertahap, personel Brimob bekerja memastikan setiap bagian yang diperbaiki dapat kembali memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melintas.

Penguatan juga dilakukan dengan pengeboran pada sisi kanan dan kiri jembatan. Langkah tersebut menjadi bagian dari proses pengikatan dan penguatan papan agar konstruksi lebih kokoh saat digunakan.
Jembatan yang selama ini menjadi jalan masyarakat itu pun perlahan mulai mendapatkan kembali kekuatannya.

Kegiatan renovasi dipimpin Pasi Yanma Batalyon A Satuan Brimob Polda Sumut, Iptu Tukimin, dan berlangsung aman, tertib serta lancar.

Bagi masyarakat, kehadiran personel Brimob bukan hanya tentang memperbaiki papan dan besi yang rusak. Lebih dari itu, ada pesan bahwa fasilitas yang menjadi tumpuan warga tidak boleh dibiarkan begitu saja ketika kondisinya mulai membahayakan.

Dansat Brimob Polda Sumut Kombes Pol. M. Rendra Salipu, S.I.K., M.Si., mengatakan kehadiran Brimob di tengah masyarakat merupakan bagian dari komitmen Polri untuk memberikan manfaat secara langsung, khususnya melalui kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Melalui kegiatan renovasi ini, kami berharap jembatan dapat kembali menjadi akses yang lebih aman dan layak bagi masyarakat. Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar harus terus kita jaga bersama,” ujar Rendra Salipu.

Renovasi akan terus dilakukan secara bertahap hingga seluruh bagian jembatan yang membutuhkan perbaikan dapat ditangani.

Sebab bagi warga, jembatan itu bukan hanya deretan papan yang disusun memanjang di atas aliran air.
Di atas jembatan itulah langkah anak-anak menuju sekolah berlangsung. Di atasnya pula warga membawa hasil usaha, menjalankan aktivitas, dan menghubungkan kehidupan mereka dari satu desa ke desa lainnya.

Kini, di hari kedua renovasi, harapan itu kembali ditopang oleh semangat gotong royong.

Satu demi satu papan yang lapuk diganti. Besi yang keropos diperkuat. Dan perlahan, sebuah akses yang selama ini menjadi tumpuan masyarakat kembali dipersiapkan agar dapat dilalui dengan lebih aman.

Bagi masyarakat Besitang, perbaikan jembatan tersebut menjadi lebih dari sekadar pekerjaan fisik.
Ini tentang memastikan sebuah jalan tetap terbuka bagi kehidupan, pendidikan, dan harapan warga.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama