Becak Raib di Gudang Cemara, CCTV Jadi Saksi, Korban Mengaku Diteror: “Mau Saya Belah Kepala Kau”

Medan  – Hilangnya satu unit becak di kawasan Komplek Pergudangan Cemara bukan lagi sekadar cerita tentang kendaraan yang raib. Di balik kehilangan itu, muncul dugaan permintaan uang tebusan hingga ancaman kekerasan yang membuat korban mengaku ketakutan.
Alexander Zega (26), pemilik becak, disebut kehilangan kendaraannya dari kawasan pergudangan tersebut. Dugaan aksi pencurian itu bahkan disebut terekam kamera CCTV yang berada di sekitar lokasi.

Namun setelah becak menghilang, persoalan justru semakin mengarah pada situasi yang mengkhawatirkan.
Seorang pria berinisial RG diduga menghubungi korban melalui telepon. Dalam komunikasi tersebut, korban disebut diminta menyiapkan sejumlah uang dengan alasan sebagai tebusan agar becaknya dapat dikembalikan.

Tak berhenti di situ.

Korban juga mengaku menerima ucapan bernada ancaman dari pihak yang diduga menghubunginya. RG disebut melontarkan ancaman keras, termasuk kalimat yang mengarah pada kekerasan fisik:

“Mau saya belah kepala kau.”
Ucapan tersebut, jika benar disampaikan sebagaimana pengakuan korban, tentu menambah serius persoalan. Sebab, yang dipertaruhkan bukan lagi hanya harta benda milik korban, melainkan juga rasa aman dan keselamatan dirinya.

Pihak sekuriti Komplek Pergudangan Cemara ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kehilangan satu unit becak di kawasan tersebut.

Kini perhatian tertuju pada rekaman CCTV. Jika rekaman tersebut memang merekam rangkaian peristiwa, bukti visual itu diharapkan dapat membantu aparat mengungkap siapa yang membawa becak, bagaimana kendaraan tersebut bisa keluar dari kawasan, serta apakah terdapat keterkaitan dengan pihak yang kemudian diduga meminta uang tebusan kepada korban.

Di sisi lain, komunikasi antara korban dan pria berinisial RG juga menjadi bagian penting yang perlu ditelusuri. Termasuk dugaan permintaan tebusan serta ancaman kekerasan yang disebut diterima korban.

Aparat kepolisian diharapkan tidak membiarkan persoalan ini berhenti sebagai laporan kehilangan biasa. 

Dugaan pencurian, permintaan tebusan, dan ancaman merupakan rangkaian peristiwa yang perlu diurai secara terang melalui pemeriksaan saksi, rekaman CCTV, serta bukti komunikasi yang tersedia.

Sebab, ketika sebuah kendaraan bisa raib dan korban kemudian mengaku mendapat ancaman, pertanyaan besarnya bukan hanya “siapa yang mengambil?”, tetapi juga “seberapa aman sebenarnya kawasan pergudangan tersebut?”

Kini publik menunggu langkah aparat: apakah rekaman CCTV akan mampu membuka wajah di balik hilangnya becak itu, dan apakah dugaan ancaman terhadap korban akan turut ditelusuri hingga terang.

Indra/Boim 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama